Hari Ini:

Kamis 15 Nov 2018

Jam Buka Toko:

Jam 08.00 s/d 20.00 WIB

SMS/Telpon:

0878 3955 4224
0856 4303 0860

Whatsapp:

0888 0281 0820

BB Messenger:

D33D3633

Email:

ragamjogja@gmail.com

Temukan kami di

Testimoni

Pembayaran Melalui

Rek : 4564865275
An. Elly Muningsih
Rek : 137-00-0746347-0
An. Elly Muningsih
Rek : 3586-01-012372-53-7
An. Elly Muningsih

Pewarnaan kain Batik dengan pewarna Alami||Batik Warna||Batik kerja||Batik Moderen||Batik Keren

17 February 2017 - Kategori Blog

Perwarnaan kain batik

Setelah kain mori dicap atau dilukis dengan lilin batik, proses selanjutnya adalah pemberian warna pada tempat-tempat yang tidak tertutup oleh lilin batik.

Beberapa cara pemberian warna pada kain yang telah dicap tersebut antara lain :

  1. Medel

Mori yang telah selesai diklowong dan ditembok, kemudian diwedel atau dicelup dengan warna biru tua. Dulu zat warna yang dipakai untuk medel adalah nila dari daun indigofera. Karena afinitas zat warna terhadap serat kecil, maka pencelupannya dilakukan berulang-ulang sehingga kurang praktis.

2. Celup warna dasar

Pada kain batik dari Pekalongan, Cirebon, Banyumas biasanya tidak diwedel, tetapi sebagai gantinya diberi warna lain seperti hijau, violet, merah dan sebagainya. Agar warna dasar ini tidak tertutup oleh warna lainnya, maka perlu ditutup dengan lilin. Zat warna yang dipakai biasanya mempunyai ketahanan yang cukup baik

3. Menggadung

Menggadung merupakan pemberian warna pada mori batik dengan cara menyiramkan larutan zat warna pada kain yang terbuka yang terletak di atas meja.

4. Coletan atau dulitan

Coletan merupakan pemberian warna setempat pada kain batik dengan cara dilukisan pada daerah yang akan diwarnai dan yang telah dibatasi oleh lilin batik, sehingga zat warna tidak akan rembes ke daerah lain.

5. Menyoga

Menyoga adalah member warna coklat pada kain batik. Proses ini merupakan proses akhir pada batik gaya Yogya dan Solo

 

Hallo Kak...terima kasih sudah berkunjung. Ada yang bisa kami bantu?